Jumat, 14 Maret 2008

Pengalaman Tahun 2006

Sekitar Pertengahan tahun 2006 lalu, aku berkenalan dengan seorang wanita yang kukenal dari sebuah permainan game OnLine, sebut saja namanya indah. Dari sinilah kami akhirnya mendapatkan petualangan pribadi kami yang sering kami lakukan berulang-ulang. Aku saat itu adalah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta di daerah pluit, dan ia adalah seorang karyawati dari sebuah perusahaan swasta di daerah blok m. Semakin lama mengenal dia, kami pun akhirnya jadian di dunia maya, itupun setelah bertukar nomor hp dan juga bertukar foto. Dan beberapa lama setelah kami menjadi sepasang kekasih, kami pun berencana untuk bertemu langsung alias kopi darat.
Hari senin itu, adalah waktu yang kami tentukan untuk bertemu langsung, rencananya pulang kantor, mencari makan malam, dan juga nomat (nonton hemat di bioskop). Ketika ku jemput dia di lobby kantornya, itu adalah pertama kalinya kuliat dia secara langsung. “Wanita yang sangat menarik” kuberkata dalam pikiran ku.
Sekedar gambaran, indah adalah wanita dengan berkulit kuning langsat, tinggi 165 cm, berat 45kg, rambut panjang sepungung nan halus dan tertata dengan rapi, dan tak lupa ukuran dada 34B. Saat itu ia mengunakan celana panjang hitam dari bahan katun, dan baju yang ku tak terlalu tahu model nya namun dari bahan yang sangat halus, dan seakan mengikuti lekuk tubuh bagian atasnya.
Dari kantornya, kami pun jalan untuk mencari makan, dan saat itu kami makan di suatu rumah makan di sekitar Gatot subroto. Disana kami banyak bercerita tentang diri kami masing2, dan dari situpun aku tahu bahwa dia sebenarnya sudah tidak perawan, namun kejadian hilangnya perawan dia itu adalah sex terakhir yang dia rasakan hingga saat ini.
Setelah makanan habis, dan juga setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya kami pergi ke bioskop. Bioskop yang kami datangi terletak di PH, sengaja aku memilih tempat itu karna di tempat itu jauh lebih tenang dibandingkan bioskop lainnya yang pada hari senin selalu crowded oleh pengunjung.
Ketika film itu dimulai, kami menonton film itu dengan seksama, sambil pelan2 mulai tangan kananku bergerak ke pundak nya, merangkulnya, dan membelai2 rambut nya nan indah dan halus, aku melakukan itu untuk menyatakan perasaan sayang dan berniat untuk membuatnya lebih nyaman.
Beberapa menit setelah kulakukan itu, dia menatap wajahku, dan akupun membalas tatapan penuh arti tersebut ( dan terjadilah kejadian 17tahun keatas itu ). Dan bibir kami pun beradu dengan halus, berciuman, dan mulailah kami memainkan lidah, saling menghisap, memilin, berputar putar.
Dan sambil tetap melakukan ciuman2 tersebut, tangan kiriku mulai bergerak, dari awalnya memegang leher dan melakukan usapan2 kecil, perlahan turun ke dada nya, yang ternyata walau berukuran 34 namun terasa kencang. Secara perlahan kuusap toketnya walau masih dari luar bajunya. Dan ia mendesah pelan,, “ohh jooee….”
Mendengar desahan lemahnya, akupun langsung menyelipkan tanganku kedalam bajunya. Mulai dari mengusap2 perutnya secara perlahan, lalu naik lagi keatas, dan berhenti tepat diluar bra nya, dan pelan2 kuremas toket nya yang masih tertutup bra. Dan tanpa kuduga, ia malah menaikkan bra nya hingga aku bisa bermain dengan leluasa di toketnya, dan terutama di putingnya.
Mulai dari mengusap2 sekeliling pangkal toketnya, dan akhirnya memilin2 puting susunya, tampak membuatnya kegelian sekaligus merasakan awal kenikmatan. Dan itu membuatnya melahap bibirku lebih ganas lagi.
Setelah 15 menit aku bermain didaerah toketnya, tanganku kembali turun ke perutnya, dan tak sengaja aku menyentuh kaitan celananya, yang ternyata … sudah terbuka (bukan aku yang buka loohh)
Segera saja kuturunkan retsletingnya, dan dari luar CD nya, mulai kuraba2 gundukan kecil yang ada disana, dan turun kelobang kenikmatannya, dan ternyata sudah sangat becek. Walaupun begitu tetapku saja kumainkan jariku dari luar CD nya, sekitar 1-2 menit dan ternyata tangannya memegang tanganku, dan mengarahkannya untuk masuk kedalam CD nya.
Ketika aku masukkan jari2 aku ke dalam CD nya, ternyata bersih sekali, tampaknya indah adalah wanita yang rajin mencukur bulu kemaluannya hingga bersih sama sekali, dan bagiku itu adalah kenikmatan tersendiri.
Kugunakan jari tengahku untuk sedikit mencolek2 bibir memiawnya, dan tidak lama berselang, ku masukkan jariku kedalam memiawnya itu (ternyata masih sempit bow, padahal aku cuma masukin 1 jari doang, yaitu jari tengah) dia mendesis dikupingku, “ssshhh…. Jooeee…. Ohhhhh…. I love itt..” Mendengar itu, kupercepat saja permainan jariku pada memiawnya, dan tak lama kemudian, kulihat badannya sedikit mengejang lalu terkulai lemah dibangku bioskop itu. Wajahnya nampak sedikit lesu, namun sangat jelas tersirat kepuasan. Entah berapa lama kami melakukan itu, namun ternyata film yang kami tonton koQ tiba2 udah abis yah? Hmmm…..
Sesaat sebelum lampu bioskop akan dinyalakan, kami sempat merapikan barang2 kami dan saat pengunjung lainnya keluar, kami pun keluar paling terakhir. Sepulang dari bioskop, aku mengantarnya pulang ke kostnya, dan akupun mengantarnya hingga depan pintu kamarnya. Sekedar gambaran, kost nya Indah bagiku adalah sebuah apartement dengan skala lebih kecil. Masuk melalui pos satpam, area parkir dibasement, namun hanya saja ukuran kamarnya lebih kecil.
Setelah memarkir kendaraan, aku turut keatas untuk mengantarnya hingga depan pintu kamarnya sambil merangkul punggungnya. Dan ketika sudah sampai di depan pintu kamarnya dan membuka kuncinya, aku mencium bibirnya dan ia pun membalas ciumanku itu dengan tak kalah bergairahnya denganku.
Kembali keletakkan tangan kiri ku pada lehernya, menahannya, mengusapnya perlahan dan bergerak kebelakang lehernya. Dan itu tampak membuatnya mulai horny kembali, karena sesaat kemudian, ia menarik badanku masuk kekamarnya, dan menutup pintu dengan segera.
Dengan berjalan mundur, ia kembali menarik badanku. Dibelakangnya ada sebuah kasur, dan dia langsung terlentang dikasur itu sambil tetap menarik badanku hingga menindih badannya. Jadilah saat itu kami bertindihan sambil berciuman mesra.
Setelah sekitar 5 menit kami melakukan itu, kita bertukar posisi, hingga dia ada di atas ku, dan walaupun kita masih berpakaian lengkap, dia memposisikan memiawnya menempel pada tongkolku. Dan ia bergerak maju mundur hingga terasa tongkol ku meng-gesek2 memiawnya dari luar.
Akupun tak tinggal diam segera saja kulepaskan bajuku dan singletku hingga aku bertelanjang dada, dan setelah itu sambil dia tetep duduk diatas tongkol ku, kulepaskan pula bajunya dan tak juga tak lupa bra yang dipakainya.
Ketika kami sudah sama2 bertelanjang dada, kupeluk dia dengan erat, dengan posisi Indah masih tetap duduk di tongkolku. Kupeluk Indah dengan erat, kucium kembali bibirnya, perlahan bergerak ke lehernya, dan ke dadanya. Kumainkan lidahku di sekeliling pangkal toketnya, dan berakhir di putingnya. Kuhisap putting kanannya, dan putting kirinya kupilin dan kumainkan dengan tangan kananku.
Setelah kurasa cukup bermain didadanya, kembali kurebahkan Indah di tempat tidur, perlahan ku cium toketnya, sambil kubuka celana dan CD nya, ciumanku pun turun ke perutnya, ke bibir vaginanya, dan ke paha. Setelah celananya terlepas, kembali ciumanku naik keatas dan mulai bermain dibagian paha dalamnya, kanan dan kiri, dan bibir memiawnya. Kulakukan itu sambil aku membuka celanaku.
Setelah celanaku terbuka dan kami berdua telanjang bulat, aku sempat memandangi badannya dengan seksama, dan tampak sangat indah. Toketnya yang berukuran 34, tampak lebih besar karena badannya yang langsing, apa lagi toketnya itu tampak kencang, dan masih mancung ke atas walau ia sedang tidur terlentang. Wajahnya yang manis makin terlihat manis karena senyumannya dan sinar matanya yang memandangku penuh harap.
Dan yang tak kalah penting nya adalah bentuk memiawnya yang sangat rapat walaupun dia sudah terlentang dan merentangkan kakinya, sedikit mirip martabak manis, namun tertutup dengan rapi. “You are special” kukatakan padanya saat itu.
Setelah itu kembali ku cium bibir memiaw yang tertutup dengan rapi itu dengan lidahku, kutelusuri belahan memiawnya dengan lidahku, dan kucoba sedikit menyibaknya tetap dengan lidahku. Kuhisap bibir memiawnya, dan kembali kusapu semua bagian itu dengan lidahku. Kulakukan itu sambil tanganku bermain main di toketnya, meremas remas gunung kembarnya nan kencang menantang, mencubit putingnya perlahan dan memilin-milin putting tersebut, membuatnya mendesah dan mendesis, dan wajahnya bergerak liar kekanan kekiri dan tangannya pun menjambak rambutku namun mendorong kepalaku agar lebih nempel ke memiawnya.
Setelah beberapa lama kulakukan itu padanya, akhirnya dia terlihat mengejang, perutnya melengkung ke atas, dan mulutnya mengeluarkan suara pekikan panjang tertahan“aaahhhhhhhhhhhhhhhh……….. joooooooeeeeeeeeeeeeeeeeeee………………” Dan ia pun terkulai lemah, peluh sedikit membasahi tubuhnya, dan ku ambil tissue basah dari mejanya, dan mengusap peluh2 yang membasahi tubuhnya.
Dan ketika kusedang mengusap keringat2 di tubuhnya, ternyata dia memegang tongkolku, dan ketika kulihat wajahnya, dia kembali tersenyum penuh arti. Sesaat kemudian, dia mendorong pelan badanku, dan sekarang menjadi aku yang tidur terlentang di kasur, dan gantian Indah yang bermain dengan tongkolku.
Mulai dari mencium dan menjilati seluruh bagian dari tongkolku dan bijinya, kemudian ia menghisap hisap helmnya, dan memasukkan helmnya kedalam mulutnya hingga batang penis ku sisa setengah. Dan ketika tongkolku berada didalam mulutnya, perlahan dia memainkan lidahnya, berputar putar dipermukaan helm tongkolku. Dan tak lupa sambil melakukan hal itu, ia juga memijat mijat biji ku secara lembut dan perlahan. Rasanya nikmat sekali hingga tak sengaja ku berkata “oooohhhhh Indahhh…. Nikmatttt sekaliiiii aaaahhhhhh… Innndaaaahhhhh… uuhhhhhhhhhhh…”
Segera kuhentikan perbuatannya itu, dan berganti kurebahkan tubuh indahnya terlentang di atas kasur, dan kutempelkan tongkolku dibibir memiawnya. Ku gesek2an perlahan untuk melakukan gerakan penetrasi, dan makin lama makin cepat ku gesekkan tongkolku dan akhirnya cairan pelumasnya mulai membanjiri memiawnya kembali.
Perlahan aku mulai memasukkan tongkolku, mulai dari helmku, sempit sekali ternyata.Kutarik kembali tongkolku dan ku oles dengan air ludahku, dan barulah kumulai memasukkannya lagi. Sedikit lebih mudah, namun terasa masih sempit padahal baru ujung kemaluanku. Kudorong perlahan dan ku dengar suara Indah terpekik perlahan“aahhh … sakit, pelan2 Joe”.
Mendengar itu, ku cium bibirnya, sambil meremas remas toketnya, agar dia kembali terbuai dengan awal kenikmatan dan ketika dia sudah mulai menikmati ciuman dan remasan tanganku pada toketnya, kembali ku dorong tongkolku masuk kedalam memiawnya, Blesss dan masuklah semua tongkolku kedalam memiawnya.
Ku tahu ia ingin memiawik namun bibir ku masih menempel erat pada bibirnya, hingga yang keluar hanyalah suara “hmmmm……” Kubisikkan perlahan ditelinganya “maaf yha Indah sayang, sedikit lagi sakitnya juga ilang” dan ia pun hanya memejamkan matanya.
Perlahan ku mulai menarik dan mendorong tongkol ku kearah memiawnya, setelah 10 kali keluar masuk secara perlahan, barulah kumulai sedikit menaikkan tempo ayunan ku, hingga akhirnya dia ikut mulai menggoyangkan pantatnya, tandanya mulai merasakan kenikmatan dari permainan kami.
Sekitar 20 menitan kami melakukan permainan itu, namun dengan tempo keluar masuk yang cepat, sehingga ketika selangkanganku tongkol ku menusuk memiawnya dengan keras, suara kulit selangkangan kami mengeluarkan suara “ceplak… ceplokk….” Berulang ulang hingga sekian kali.
Dan akhirnya aku merasakan ada tarikan urat mulai dari kaki, menjalar ke dengkul, hingga ke pangkal tongkol ku, tandanya bahwa tak lama lagi aku akan klimaks, ku berkata pada Indah, “aku udah dikit lagi nih sayang”
Namun yang indah lakukan malah melingkarkan kakinya dipinggangku dan makin menggoyangkan pinggulnya makin liar, ke kanan kiri atas bawah berputar, nampaknya ia pun ingin segera mencapai klimaks agar bisa bersamaan.
Tak lama kemudian akupun mencapai klimaks, 6 kali semprotan panjang ku muncratkan didalam memiawnya Indah, dan disaat yang sama ia pun kakinya Indah yang melingkar dipinggangku menjadi semakin erat dan perutnya kembali melengkung keatas dan badannya sedikit mengejang, “aaaaaaahhhhhhhhhhhhhh………..” itulah suara yang kudengar dari mulutnya.
Dan akhirnya ia pun melepaskan lingkaran kakinya, dan kembali terlentang dibawah tindihan tubuhku. Akupun masih tetap memeluknya dengan tongkolku masih tetap tenang tertancap didalam memiawnya, dan makin lama mulai mengendur.
“Thanks Joe, karena mengajarkanku kenikmatan sex” katanya sambil tetap berpelukan.“The Pleasure is mine, sweety. Lagi pula kita kan baru nyoba 1 gaya doank, hehehe.. Lain kali kita baru kita coba yang lain yha sweety hunny bunny ku sayang” Jawabku.Dan Indah pun tersenyum nakal namun manis sekali.
Begitulah sekedar berbagi cerita tentang diriku dengan pacarku saat itu

Tidak ada komentar: