Selasa, 03 Juni 2008

Mira

Saya dan teman teman mengadakan pesta di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Saya waktu itu emang lagi nggak ada pacar alias kosong. Udah lama juga sih sekitar hampir 2 tahun. Bagaimana coba rasanya ? sepi sekali.


Salah satu teman saya membawa saudaranya yang katanya baru pulang liburan sekolah di Canada. Sebutlah namanya Mira (bukan nama asli). Saya dikenalkan oleh teman saya itu. Kami ngobrol ngobrol cukup lama juga, bahasa inggrisnya Mira udah kayak native speaker. Mira itu kulitnya antara kuning dan coklat, badannya ramping pokoknya kayak gitar spanyol. Payudaranya tidak terlalu besar dan tidak kecil yah sedanglah. Waktu pertama ngeliat, saya udah tertarik ama dia. Wajahnya lumayan lah, pokoknya saya tertarik.


Malam itu dia pakai pakaian ketat rok mini terusan. Waktu ngobrol, dia bilang ingin melihat lihat harga makanan dilantai bawah. Teman-teman saya langsung teriak teriak "temani Mira tuh ke bawah". Akhirnya saya temani kebawah. Dia jalan nempel ke saya, lalu bilang "gandeng saya dong"? Saya gandeng tangannya, saya merasakan aliran darah yang cepat ke jantung saya, rasanya saya udah melayang dan kemudian saya ereksi atau konak. Tangan saya dimain-mainkan dan kemudian diusap-usap ke daerah dadanya dan selangkangan.

Saya nggak tahan lagi rasanya.Dia bilang "Wan, ahh enak deh". Kemudian kita makan di restoran bersama teman teman saya, selama makan, kakinya mendarat di selangkangan saya dan memijat-mijat kemaluan saya, tentu saya konak itu semua terjadi di bawah meja, teman-teman saya nggak ada yang tau. Kemudian kita berdua jalan memisah dari teman teman saya yang lainnya. Kita naik lift, tapi kita nggak mencet tombol lantai.

Ketika lift kosong, dia bilang "sekarang ngapain ya ?". Saya yang udah nggak tahan langsung menabrak dan menciumi dia dan menjilati lehernya, Mira cuma bisa mengerang dan berdesah desah "ahhh uhhhh Wan, ahhh uhhh Wan, uhhh uhh, napasnya semakin menderu. Tapi akhirnya ada orang yang menyetop lift. kita kemudian keluar dari lift menuju tangga darurat dan memulainya lagi. Saya jilati dadanya lehernya dan kemudian dia membuka pakaiannya, wah nggak pake pakaian dalam sama sekali dan teteknya menggelantung dengan puting yang coklat, langsung saya lahap, saya lumat saya emut emut kedua belah teteknya, si Mira mengerang ngerang, “ahh Wan terus Wan ahhh uhh” dan mencakar cakar punggung saya. Saya semakin buas, saya nggak tahan lagi, saya pelorotin bajunya semua dan terlihat vagina dan jembutnya yang lebat saya emut emut memeknya dan memang udah basah dari tadi.

Mira menegang dan berteriak “auuuuhhhhhhhhh” dan menjambak jambak rambut saya. Mira minta agar memeknya dimasukin penis saya secepatnya, saya bilang nggak mau karena saya nggak bawa kondom, akhirnya saya buka celana saya dan sambil memakai celana dalam saya usap usap penis saya ke memeknya dia. Saya percepat usapannya sembari melumat lehernya, rasanya saya benar benar nggak tahan. “Wan terus wan” katanya kita berkulum kulum mulut sambil bergoyang seperti memompa mompa.


Akhirnya Mira menegang lagi untuk kedua kalinya, saya semakin percepat goyangan saya sampai akhirnya ada yang mau keluar dari penis saya, saya buka celana dalam saya dan menyemprotlah mani saya diantara teteknya Mira, “ohhhhh” saya berteriak kecil " Miraaaaaa", kemudian dia mengelap dadanya dengan tissu yang dibawanya, nggak ada mani yang masuk ke vaginanya.



Tidak ada komentar: